Sebelum aku beranjak masuk ke tirani peristirahatan sesekali aku ayunkan tatapan ku kepada rembulan di atas sana sambil puluhan senyum yang kulempar untuknya.
Kumandang adzan mengalun indah nan merdu terasa, seketika aku terbangun dari penjagaan Sang KHALIK, aku beranjak mengayunkan langkah demi langkah menuju tempat wudlu dan sesegera aku menunaikan sholat subuh, Fajar yang telah menungguku hari ini sangat hangat dan bersahabat dengan ku , sehingga akupun tak ragu untuk ikut merasakan kehangatan fajar.
Pukul 06.00 WIB, saat saat aku harus segera berkemas dan tersenyum menyambut ramainya bangku sekolah. dan memang tak dapat kupungkiri, aku hidup dan berkembang hampir setengah dari hariku disini. tak heran jika saat tak berada di sekolah , rasa rindu suasana lingkungan dan manusianya selalu menyelimuti hari-hari ku.
sesegera aku melangkah pergi dari istana kecil ini yang dibangun kedua orang tuaku untuk aku dan saudara-saudara ku tentunya dengan peluh yang dipenuhi kasih sayang manis dari mereka berdua.aku berangkat bersama kedua saudara kandungku,yakni Rahman(adik pertama) dan firman(adik kedua)dengan berjalan kaki, karna kebetulan orang tua kami membangun istana kami tepat didepan sekolah kami bertiga, sangatlah beruntungnya kami dengan keadaan demikian.
setibanya aku di gerbang tempat aku menutut ilmu selama kurang lebih hampir 2,5 tahun segera aku bergegas menuju tempat yang terdapat tanaman hiasnya.
akulah pengasuh tanaman mungil nan indah ini, aku yang merawat mereka sejak dari tangkai dan benih .
dengan penuh kesemangatan kutaruh tas yang kubawa kesini di bangku depan guru tepatnya, segera aku menuju luar ruang kelas , dan aku mulai menata, merawat tanaman tanaman ini.
banyak sampah yang bertaburan disini dan adikku firman membantuku membersihkannya, dia memang paling senang jika mengurusi lingkungan mungkin dia juga sepertiku.
tanganku kerap gatal jika lingkungan yang sering aku pandangi tak beraturan, aku sendiri kemudian mengaturnya dan ada juga teman teman mungkin merasa iba jika aku bekerja sendiri, tapi paling tidak aku telah membuat temanku merasa iba dan turut serta denganku, aku yakin dengan itu mereka akan terbiasa mengatur sendiri lingkungan mereka dan selalu menjaganya.
Lonceng sekolah dibunyikan tiga kali tepat pukul 07.00 ,semuanya telah sempurna ditempat duduknya masing masing dan di depan sana guru kebesaran kami telah datang dengan tarikan bibir 2 cm kanan dan kiri, sungguh manis beliau.
setelah beberapa temanku di absen kini saatnya namaku yang tampil, "ANNISA MAULIDIANA" pak sam memanggil. tak kalah semangat dengan beberapa temanku aku pun menjawab Hadir dan tersenyum seperti beliau .
Tiba-tiba dari belakang ada yang mencolekku, seketika akupun refleks memegang sebuah tangan. Tangan milik dara yang mencolek dari belakang.
dara berniat untuk meminjam tulisan tanganku yang berlabelkan MATEMATIKA. dengan senyuman 2cm kanan dan kiri akupun meng-iyakan kemauan sahabatku itu.
4 jam pelajaran telah mampu ku lampaui dengan selalu menebar senyum, walau terlihat aneh bagi orang lain tapi tidak aneh bagi keluargaku yang mayoritas selalu pemegang senyum termanis dari yang lain.
tanpa teman teman sadari, seringkali aku mencuri pandang pada satu tujuan, tapi segera aku palingkan jika ketahuan.
sebenarnya aku tahu ini tidak boleh ku lakukan, memandang makluk yang semestinya tidak aku pandang, menjaga setiap pandangan adalah kewajiban .
tapi apa bisa aku melawan rasa yang terus terusan muncul tanpa ku hendaki, memang jika aku yakin mampu aku bisa. akan tetapi hanya akan berfifat sementara. -CONTINUE-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar